Oleh: i1samayoga | 16 September 2009

cerita perjalanan Gadjah Mada Medical Fair 3 ke BALI

Gadjah Mada MEDical FAIR 3 goes to BALI

klik juga www.gamamedfair.com

sebagai orang yang ditunjuk sebagai representative tes penyisihan GAMAMEDFAIR 3 untuk regio Bali, saya sangat senang menyambutnya tetapi juga perlu kerja keras dalam melaksanakan semua tanggung jawab yang dibebankan ke pundak saya. Inti tugas dari representative adalah menyelenggarakan tes didaerah mulai dari persiapan tempat, pendaftaran peserta, publikasi, konsumsi dan koreksi serta melaporkan hasil penilaian dan memberi pengumuman serta briefing bagi peserta yang lolos ke pusat (FK UGM Yogyakarta).

7 Maret 2009

rapat PH persiapan

rapat PH persiapan

Sore itu, seusai lelahh berkutat dengan kuliah dan praktikum langsung menuju ke kolam RP (atrium FK) sambil menunggu pembagian berkas, tiket, soal dan keperluan administrasi di daerah sampai pembagian spanduk yang harus dipasang di tempat tes. Sampai di kost aku langsung packing dan mengecek kembali semua keperluan yang harus dibawa.

8 maret 2009
Pagi jam 7 aku kuliah seperti biasa, sampai jam 12 siang. Aku langsung buru buru pulang dan makan. Langsung saja grasa grusu karena di tiket bis Safari Dharma Raya yang kubeli dua hari sebelumnya tertulis jam keberangkatan ada “>pada “>pada “>pada “>pada pada “>pukul 14.00 di terminal Jombor. Tepat jam 13.30 aku sampai di terminal dengan angkutan umum. Ternyata memang jam di indonesia masih terbuat dari karet, lama banget nunggunya,, jam 14.30 baru naik bis. 15 menit kemudian bis kami melaju menuju arah timur melewati ringroad timur. Di dekat rumah sakit angkatan Udara dr. Hardjo Lukito loket agen bis ini berhenti untuk mengangkut penumpang yang membeli tiket di situ. Pertama sih cuek bebek nungguin, tapi kok seperti ada orang yang aku kenal naik bis dan duduk paling depan. Bener aja setelah tak panggil ternyata dia gede Abdi wirajaya temanku dari psikologi UGM 2006 dan bu Made serta suami dan anaknya yang kerja di poliklinik dr. Sardjito. Ternyata mereka pada balik ke bali mau sembahyang ke besakih karena ada perayaan besar lima tahunan (panca Wali Krama) selama sebulan

lagi di dalam bis

lagi di dalam bis

disana sekaligus mau nyontreng..

Yah mungkin karena kebiasaan ataw karena terlalu amat sering naik bis antar pulau antar propinsi baru sampai jalan solo yogykarta sudah memasuki alam kedamaian alias aku “>tidur. Apa karena capek dengan aktivitas yang gak berjeda..tapi yang penting bisa tidur dengan nyaman. Saat mata ke buka udah sampai di kotanya Timlo, Solo (timlo sastro yang dipojokan pasar gede solo, enak banget sumpah). Di salah satu agen di solo bis ini berhenti cukup lama sampe bikin agak kesel juga. Bis mulai melaju dan aku tidur lagi sambil ngobrol sebentar ama mbak yang di sebelah kursiku, ternyata di anak atmajaya 2005 yang mau main ke tempat temennya di Denpasar. Wuih…pusat lapar di hipotalamusku(bener kan?) memaksa otakku untuk memerintahkan mata terbuka. Jam 9 bis baru berhenti untuk makan malam di daerah Ngawi Jawa Timur. Entah kenapa aku selalu merasa sangat nyaman dan lebih riang kalo naik bis dari jogja ke arah timur. Soalnya pemandangan semakin lama semakin mempesona. Setelah memenuhi kebutuhan fisiologis sel sel tubuh dengan sejumlah nutrisi, aku beristirahat untuk memberi waktu bagi sistem pencernaan dan metabolisme.
9 Maret 2009
Jam 3 pagi pagi “>aku terbangun karen aku tahu bentar lagi sudah sampai di pelabuhan. Jam 4 pagi WIB sebuah patung besar dikiri jalan dipinggir pantai terlihat sedang menari Gandrung, tarian khas daerah banyuwangi. Wah bagus banget patung dan pantainya sepi sekali. 15 menit kemudian bis kami sudah masuk ke palabuhan ketapang banyuwangi. Pelabuhan juga tidak seramai merak. Pelabuhan banyuwangi memang punya keistimewaan karena gerbang selamat datang di pulau dewata sudah bisa dilihat dengan mata telanjang dari sini. Suara geletek keras ban yang melindas jembatan besi mengiringi bis memasuki geladak kapal. Kalau menyebarang selat bali bodoh rasanya kalo gak keluar dari bis dan ke atas.

sunrise di selat bali

sunrise di selat bali

Karen pemandangan selat bali sangat indah.apalagi inikan subuh subuh, pasti ada sunrise hoho…

memasuki pulau bali

memasuki pulau bali

Diatas dek atas aku duduk duduk di haluan kapal bareng Abdi sambil nyender2 melihat sinar merah matahari yang baru bali “>menembus cakrawala terhalang oleh gunung di ujung pulau jawa. Waw eksotis banget lah. Cukup hanya dengan waktu setengah jam kapal sudah berlabuh di pelabuhan gilimanuk, Jembrana Bali. Turun dan melewati pemeriksaan KTP oleh polisi, bis melaju kembali menembus hutan taman nasional bali barat yang sepi penduduk. Sambil tak lupa memotret sawah “>sawah “>sawah “>sawah “>sawah “>sawah “>sawah “>sawah “>sawah sawah sawah yang tersusun rapi dengan siluet pantai serta kilau matahari yang terpantul dari air air sawah aku menelpon kakak kelasku yang kuliah di FK udayana. Rencananya aku akan menumpang di kontrakannya dan saudaranya selma di Bali. Beruntung punya kakak kelas yang baik..saat bis memasuki hapal “>denpasar Badung aku menelpon kakak kelasku (putu) lagi memastikan bahwa dia udah di terminal untuk menyambangi aku. Aku belum sama sekali hapal denpasar, Cuma hapal dikit.
Saat turun di terminal ubung, saya langsung di panggil sama bang putu dan kami melaju ke kostnya yang terletak di desa dalung kecamatan Kuta Utara. Di kontrakannya yang ditinggali berempat. Saya hanya meletakkan barang, mandi , dan ganti baju dan langsung diajak melesat naik motor yamaha jupiter berplat AB ke kampungnya bli putu di desa ngaseri, baturiti, Tabanan. Menempuh perjalanan sekitar 2 jam . kampung ini adalah tempat nenek dari ibunya. Letaknya dikaki gunung dan jalannya belum beraspal halus. Tapi pemandangan serta suhu udaranya bikin mata kepala dan hati ikutan sejuk. Sembari nunggu dia nyontreng di balai desa saya ngobrol ngobrol sama neneknya. Baik banget. Setelah bli putu balik kita naik motor ke pinggang gunung untuk bisa memeproleh pemandangan yang lebih wah.. tapi hari itu pansa terik jadi Cuma sebentar dan turun lagi balik ke rumahnya. Sehabis makan kami ganti padengan “>kain sembahyang dengan kain dan saya minta di antar ke pura di danau beratan bedugul (lihat uang rupiah 50.000..ada disana kan??). waw waw… dingin banget..dan pemandangannya yahut deh top margotop..kumpulan pura di pnggir danau dan tengah danau dengan sekelompok orang yang maen jet ski di kejauhan 20 meter dari pura.

pura ulundanu, bedugul, danau beratan

pura ulundanu, bedugul, danau beratan

Saya langsung memusatkan pikiran saya ada “>pada “>pada pada “>kesejukan serta “>serta serta “>vibrasi kesucian yang ada di pura Danau “>ini. Damai dan bener bener hening sembahyang disini. Rasanya doa dan pikiran bisa cepat terpusat pada Tuhan. Sekita satu jam lebih kami disini setelah sembahyang di dua pura kami ataw tepatnya kebanyakan saya foto foto disini dipinggir danau didekat pura dan candi budha di depan pura. motor distarter menuju ke danau buyan sejauh 10 kilometer. Danau ini sbenarnnya cantik (dulu), sekarang banyak enceng gondok, sehingga pinggiran danau sudah gak terlihat. Danau buyan terkenal sebagai wisata alam dan bumi perkemahan serta untuk pemancingan. Danau ini sempat heboh karena masyarakat menentang keras pembangunan rumah penginapan di sekitar danau karena dianggap merusak kelestarian lingkungan. Di pinggir danau (danaunya agak dibawah) saya Cuma memperhatikan anak anak kecil yang lagi ceria cerianya main bola di lapangan kecil pinggir danau sementara bli putu ngobrol ngalor ngidul dengan pemuda yang juga lagi menghabiskan sore sendiri diatas motornya.
Sejam kemudian hujan rintik rintik turun. Saya langsung mengajak pulang. Kami pulang ke kampungnya bli putu dan sampai sekitar jam 18.00. di bale di luar rumah kita kumpul kumpul sambil makan. Dan banyak banget tetangga dateng nanya22 dan kenalan..wah langsung terkenal. Memang orang bali tu

bermain bla di pinggir danau buyan,buleleng

bermain bola di pinggir danau buyan,buleleng

ramah22..kebanyakan nenek nenek dan kakek kakek, mereka pada minta di tensi dan menanyakan obat dari keluhan penyakitnya pada bli putu, dan bli putu bilang bahwa saya juga mahasiswa kedokteran. Jadi semuanya saya yang periksa. Eh ternyata dari salah satu nenek ada yang neneknya temenku di FISIP HI UGM angkatan 2007. Beliau nitip salam sama cucunya.
Jam 20.00, sudah malam malam “>sekali jalan “>sepi banget Cuma ada lolongan anjing, neneknya bli putu menyuruh bli putu cepet cepet balik ke kontrakan “>denpasar karena sudah malam takutnya di jalan ada apa apa seperti pecah ban karena dijalan sepi dan sangat susah nyari tukang tambal ban di sepanjang jalan mau ke denpasar dari desanya bli putu bahkan gak ada kali. Kami langsung melesat ke denpasar. Saya masih berstatus sebagai terbonceng karena saya capek. Cerita sambil naik motor berlalu dan samapi di kontrakan denpasar jam 22.30. saya langsung mandi, sebentar nonton TV dan berkenalan dengan penghuni kontrakan yang lain yang tadi siang tidak ada yang di rumah. Langsung saya mempersiapkan lat alat yang diperlukan untuk besok pagi. Dan minjam laptop bli putu kemudia berfacebook untuk mngetahui kabar panitia pusat di jogja.
10 maret 2007
Pagi jam 6 aku bangun dan langsung mandi, jam 6.30 langsung mengantarkan bli putu ke kampusnya di jalan sudirman denpasar. Setelah itu motornya langsungg tak pakai jalan jalan. Pagi pagi ini tujuan pertamaku adalah ke sanur.

matahari pagi di balik awan pantai sanur

matahari pagi di balik awan pantai sanur

Mencari jalan ke pantai sanur sanur “>sendiri dari denpasar buat orang yang sama sekali gak apal akan “>memang “>jalan lumayan sulit dan muter muter apalagi kebnayakan jalan searah. Cuma bermodalkan plank plank penunjung arah yang warna ijo sama nanya nanya di jalan. Tapi akhirnya sampai juga di pantai semawang sanur. Lumayan banyak turis lagi jogging. Dan kusempatkan sekolah “>untuk mengambil gambar matahari terbit di pantai sanur. Langsung aku balik ke denpasar dan mencari sarapan di pasar kreneng badung.sambil nunggu temen sekampung di lampung yang ternyata kuliah dibali di universitas saraswati. Tapi gak ketemu “>ketemu “>ketemu “>ketemu “>ketemu ketemu. Sambil menanyakan pada ibu yang jualan nasi, dimana letak SMA N 1 Denpasar tempat rencana saya besok akan mengadakan tes buat gamamedfair3.ibunya menunjukkan bahwa saya jalannya aja terus ke utara ntar pasti ketemu dikann jalan. Bener ja jalan kamboja tempat smansa memang jalan sekolahan kanan kiri depan belakang tempat sekolah dan kuliah. Masuk ke SMA 1 denpasar spertinya memang beda dengan sma sma di pulau lain karena langsung di sambut patung dewi saraswati sebagai simbol ilmu pengetahuan. Saya langsung ganti sepatu dan mengetuk kantor kepala sekolah untuk meminta izin. Kepala sekolah mengajak saya jalan jalan keliling sekolahnya yang kebetulan lagi ramai karena besok disana ada tes potensi akademik untuk masuk SMA 1 bagi pelajar SMP.
Pak made Tumbuh, kepala sekolah langsung memberi kunci ruangan multimedia sebgai tempat tes. Saya jadi gak enak soalnya, kan saya orang asing disini yang juga bukan alumni smansa denpasar. Tambah lagi beliau nyeletuk : saya percaya sama calon dokter dari UGM, kalau yang minjam calon dokter dari universitas XXX saya gak bakal ngasi kepercayaan..saya agak terkejut. Tapi yang pentig dapet ruangan dan ijin langsung dari kepala sekolah tanpa harus mengeluarkan surat tugas.

SMAN 1 denpasar

SMAN 1 denpasar

Langsung saja saya menuju ruangan dengan volume paling besar di lantai dua itu, kebersihannya sudah lumayan, berAc, tapi “>tapi “>tapi “>tapi tapi “>penataan kursi harus di sesuaikan dengan keperluan lomba besok.ya sebagai panitia tunggal saya menata dan meindah mindahkan kursi sebatangkara (kayak sinetron kolosal aja ya) huff beres juga. Ya kostnya “>sambil menunggu kedatangan teman satu kampung yang ternyata kuliah di saraswati denpasar saya menitipkan kunci ke penjaga sekolah. Si komang Ayu udah dateng, saya langsung menuju kostnya sambil beramahtamah dan menanyakan dimana ya tempat beli snacks yang murah dan makan tentunya..saya sebenarnya pingin jalan jalan, tapi masih panas juga. Saya sms bli abdi temen UGM yang lagi denpasar..ternyata malah dia mau nganterin saya nyari kue untuk konsumsi peserta besok dan bantuin jadi pengawas dan korektor besok. Setelah mendpatkan konsumsi sejumlah 60 paket saya langsung balik ke kostnya komang ayu, saya ngajak dia sembahyang di TANAH LOT trus ke kuta legian, tapi dia menyarankan saya agar bareng bareng dengan Catur, temen SD saya yang lagi kuliah pariwisata di Udayana dan training di Kuta, langsung dah kita meluncur ke kostnya catur, tanpa babibu kami bertiga langsung ke tanah lot,,,sebelum dan sesudah sembahyang kami melakukan ritual wisata yaitu mengambil gambar tempat wisata nya dan DIRI SENDIRI tentunya, dengan terik matahari yang mulai jatuh ke cakrawala wuih memang tanah lot masih nomor satu dah

setelah sembahyang di tanah lot

setelah sembahyang di tanah lot

Disini saya berlama lama karena memang eksotis banget luar biasa sangat tenan. Tapi baik “>kita dipenuhi kekhawatiran soalnya hape kita tinggal di jaket yang masih tergantung di motor, tapi ternyata niat baik kita membentengi kita. semua baik baik saja.

istirahat di monumen bom bali legian

istirahat di monumen bom bali legian

Berlanjut ke acara selanjutnya, kami menuju ke pantai kuta lewat jalan pintas ke desa dalung kuta “>gak “>malam “>banget “>karena saya harus mengambil berkas soal yang akan di fotokopi sebelum gak “>malam dan semuanya tutup. Jadi dah kita sampe di kuta agak malam karena sempet salah jalan. Dikuta malam hari kita Cuma singgah sebentar sekedar main pasir dan liat ombak dan muter muter ke monumen legian sambil foto foto, jalan legian, jadi lama banget karena muacet. maklum legian kan pusat hiburan malamnya para bule. Pokoke jalan disekitar kuta ma legian emang gak kerasa di indonesia abis orang bulenya 10 kali lebih banyak dari indonya. Rasanya lega banget pas jam 10 malem kita udah nyampe denpasar lagi dan makan di pasar kreneng..hari ini udah letih. Tugas terlaksana, ibadah dapet, jalan jalan apalagi.., pulang dah saya ke kontrakannya bli putu untuk mempersiapkan tes gamed besok. (sebelumnya sempet online dulu pinjem modemnya bli putu dan nonton acara tv gak jelas bareng anak anak kontrakan)

11 april 2009
Pagi jam 6 aku udah berangkat ke SMANSA denpasar untuk untuk “>menyiapkan segala galanya sampe masang spanduk di depan gerbang. Bli Abdi juga dateng walaw agak telat dikit. Seiring jam berputar pepepepepeserta “>serta “>serta “>serta “>serta lomba mulai berdatangan, yang paling pertama dateng si anak anak forsman (SMA empat), aku dan abdi membagi bagikan presensi dan kartu peserta serta mencocokkan dokumen dokumen tanda peserta. Beberapa peserta minta ijin sebentar untuk sembahyang di pura dalam sekolah demi kemudahan tes. Sebelum tes dimulai saya membacakan semua peraturan tes ini. Tepat pukul 09.00 WITA tes dimulai. Bingung bukan main ngapain ya selain ngawasin peserta memang gak ada kerjaan. Ya aku fotoin pesertanya satu satu aja. Sambill menyiapkan keperluan buat mengkoreksi bareng abdi.
Saat jam 11 peserta “>peserta “>peserta “>peserta peserta “>sudah tidak boleh mengerjakan lagi dan peserta dilarang berda di dalam ruangan sambil diberi jatah konsumsi. Hasil tes akan diumumin nanti jam 2 siang. Jadi peserta sekarang bebas sampai jam 2. Saya sebenarnya agak “>gak “>gak “>gak “>gak gak enak sama ABDi karena dia ada janji ke pura Besakih bareng ibunya, malah saya diajak bareng eksana. Tapi saya gak bisa. Abdi minta ijin pulang duluan, saya sangat sanagat berterimakasih sama dia.

spanduk gamamedfair3 di depan SMAN 1 denpasar

spanduk gamamedfair3 di depan SMAN 1 denpasar

Tanpa bantuan dia, acara “>acara “>acara “>acara acara “>ini gak bakal sukses. Saya juga sebenernya udah di sms sms disuruh balik ke malet bangli, tapi saya Cuma bisa bilang ntar sore, masih ada tugas di denpasar. Jam 3 acara selesai setelah saya membriefing peserta ynglolos ke jogjakarta dan menitipkan kunci serta plakat terimakasih buat kepala sekolah kepada gede bawa dan putu krsna siswa Smansa yang lolos ke yogyakarta. Perasaan yang paling kurasa adalah LAPAR setengah mati sebelum samapai di kontrakan saya mampir di pasar traditional dan makan dengan lahap disana (Masih inget, si kitty waktu itu nelpon…minta oleh oleh..)

mengawasi peserta mengerjakan tes

mengawasi peserta mengerjakan tes

Sampai dikontrakan saya langsung mandi dan ganti baju cepet cepet banget. Dan langsung minta ijin pinjem motornya untuk dibawa pulang ke kampung leluluhurku di susut bangli. Sejujurnya kalo naik motor sendiri dari denpsar ke kampungku aku belum pernah dab Tapi “>sepertinya “>kok “>tidak tau utara “>karena “>jalan. Tapi ya, patokanku asal ketemu istana tampak “>tampak “>tampak “>tampak tampak “>siring nanti pasti bisa masuk masuknya. Motor ku starter dan langsung melesat ke arah timur. Aku hanya bergantung pudah “>gak “>ada plang plang hijau di setiap persimpangan. Aku mengikuti arah yang menunjukkan kintamani/bangli/tampak siring. Tapi sepertinya kok tidak sampai “>sampai “>sampai “>sampai “>sampai “>sampai “>sampai “>sampai sampai. Biasanya dulu waktu aku dianter kakakku dari kampungku ke denpasar gak lewat jalan ini. Baru diperhatikan kok hanya motorku yang melawan arah ya. Aku salah jalan di pusat seni ubud.utara “>karena jalan searah. Tapi sudah terlanjur.bablas aja, gak ada polisi. Sampai juga di ujung jalan. Haha..dan lagi lagi menemui pertigaan yang tidak ada plangnya. Feeling menyuruhku belok ke utara karena kintamani adanya di utara pulau bali. Tapi gak sampai sampai, saya lihat lihat nama desanya tegal lalang, sepertinya ini asing bagi saya. Yah, sepertinya cuaca bertambah melankolis, hujan pun turun lumayan lebat dan insting sepertinya sudah gak mempan. Mampir dan bertanya sama bapak diwarung deh akhirnya.. akhirnya dapet juga pencerahan. Ternyata benar kata pak guru, malu bertanya sesat dijalan. Lumayan takut melewati desa kedisan yang berlekok lekok turun naik terjal banget tapi bahagia begitu ternyata jalan ini tembus di kantor polisi samping ustana tampak siring..wuih..bahagia banget dah. Menembus perkebonan rumput gajah, desa desa adat persawahan, dan perkebunan jeruk samapai juga di rumah sepupu ayahku di kampung yang udaranya super dingin…kira kira itu udah jam 19.00..huhu senangnya memberi kejutan.
Lama bercengkrama dengan keponakan keponakan, salam salam dengan kak “>kakak kakak dan paman bibi..langsung makan dan mandi. Bli, nyilih motore nah?? Lakar melali ngelodan (kak, saya pinjem motornya ya, mau main ke selatan)..pinta saya pada bli sepupuku, saya kalau ke bali harus sempat main ke saudaraku yang ini, orang yang dulu mengasuh bapakku saat nenek dari ayahku meninggal saat bapakku masih kecil banget. Disini ngobral ngobrol sambil nyemil dan nonton tv, ibunya gak nyerah nyerah nyuruh makan di dapur. Di perintah yang kelima akhirnya aku luluh dan ke dapur buat makan. Semua saudaraku mengira aku akan lama di Bali, padahal besok siang ku harus ke denpasar.
Jam 11 aku baru balik ke rumah sepupuku dan tidur disana..capek ternyata baru kerasa.

12 April 2009

hutan lindung danau batur (kintamani), jalan menuju pura besakih

hutan lindung danau batur (kintamani), jalan menuju pura besakih

Jam 6 pagi langsung banguun denger ada yang nyapu halaman. Langsung lari ke dapur cari api biar hangat. Kali saya harus tega sama sepupu saya yang satu ini saya harus membangunkannya dan minta tolong mengantarkan ke Tapi “>pura “>besakih untuk sembahyang. Padahal saudaraku baru pulang dari tabanan jam 3 dini hari. Habis sarapan jam 08.00 kita langsung meluncur ke pura besakih, kira kira 1,5 jam. Besakih kali ini ramai banget soalnya ada perayaan panca wali krama acara lima tahunan yang dirayakan sebulan penuh dan 24 jam sehari. Wuih ternya macet total hampir 3 kilo meter. Untung kita pakai motor selalu “>jadi bisa nyelip nyelip. Di tempat gerbang mau masuk pura pun kita desak desakan. Tapi pura besakih memang selalu jadi agendaku kalau aku ke balivibrasi kesuciannya selalu dapat samapi ke dalam hati, harum bunga, denting genta, alunan doa dan semerbak dupa wangi mengkondusifkan suasana doa yang selalu terpanjat dari sini. Sembahyang selesai saya dan sepupu saya langsung ,mencari tempat makan. Saya pun makan ayam betutu dan liat iat uu agama sebentar. Tapi gak beli apa apa karena cepat cepat langsung puplang ke kampungku. Kira kira jam 12 sudah sampai lagi dikmapungku.

persembahyangan di pura besakih hari itu

persembahyangan di pura besakih hari itu

Saya langsung sembahyang lagi di pura keluarga tempat ibu dari ibuku dan tempat ayajku diasuh, yang kemaren malem aku kunjungi. Habis itu saya juga sempat megunjungi sepupu dari ibu, dia sebulan lagi mau menikah. Sedih banget rasanya harus balik ke denpasar. padahal belum ada 24 jam dan belum semua asaudara kukunjungi, tapi waktu yang ada Cuma segitu.

meratapi mentari yang tenggelam, suatu saat di kuta bali

meratapi mentari yang tenggelam, suatu saat di kuta bali

Perjalanan ke denpasar terhitung lancar. Gak seperti kemaren saat dari denpasar ke kampungku. Sampai di denpasar saya tidak langsung ke kontrakan temanku tapi berhenti di depan SMA 1 denpasar, saya menelpon temenku dan mengajak dia jalan jalan ke pantai kuta sebelum saya besok pulang. Saya langsung bareng temen saya bertiga ke pantai kuta sampai magrib main pasir ma foto foto gak jelas sambil meratapi mentari yang tenggelam…bersama dirimu..halah…ora ceto..alias gak jelas..jam 18.00 aku buru buru balik ke denpasar untuk mngekar waktu mencari oleh “>oleh “>oleh “>oleh “>oleh “>oleh “>oleh “>oleh “>oleh “>oleh “>oleh “>oleh oleh, ternyata lama juga memilih milih oleh oleh di toko Erlangga denpasar. wuih sampai jam 10 baru selesai. Pulang dari beli oleh, belum makan, terakhir makan siang..lapar kali…makan lagi di pasar Kreneng samapi puas. Dan kita pisah disini .saya langsung ijin balikk ke kontrakan.

yuk, pulang

yuk, pulang

Semua sudah siap, barang barang udah tertata rapi dikoper ditutup dengan oleh oleh dibagian atas. Kuambil tiket di tas dan kubuka untuk memastikan lagi jam keberangkatan pesawat ada “>aku “>besok. Ehem ehem, perasaan aku mesen tiket ke Arjanto tanggal 13 bukan 12…bli, besok tanggal 13 kan? Iya jawab bli putu..kenapa katanya? Tiket ini tanggal 12 apa 13 ya?tanyaku lagi…bli putu liat, dan dia bilang..ini tanggal 12..waduh di tiket tanggal 12 jam 06.00 pagi…berarti itu penerbangan tadi pagi ya???waduh aku langsung bingung setengah mati. Mikirin duit terbuang, jadwal kuliah juga ada besok pagi..waduh waduh..aku langsung nelpon arjanto dan sialnya gak nyambung nyambung. Ku telpon satu “>satu “>satu “>satu “>satu satu temennya janto tapi satu pun gak ada yang tau. Sejam kemudian baru bisa bertelpon ama janto. Ya intinya kita saling menyalahkan siap yang salah pesen atw salah beli tiket. Makin pusing dah. Ku telpon Naya untuk membuatkan surat ijin agar aku besok bisa tidak ikut skill labs. Segala cara udah kutempuh. Tapi pokoknya akhirnya tercapai keputusan aku baru balik ke yogyakarta tanggal 14. Ya, mau apalagi…
13 april 2009

tebing di uluwatu,pantai selatan bali

tebing di uluwatu,pantai selatan bali

Sedikit lupa ngapain aja hari ini,.. pagi itu sehabis nganter bli putu ke kampus aku ke bengkel benerain ban motor yang bocor sekalogus nyuci motor. Dan cari sarapan di deket perumahan kontrakannya. Siangnya ketempat temenku si Catur lagi. Saya ngajak dia ke jimbaran, dan masuk “>pura uluwatu..di pura uluwatu sampai jam 16an sore, sempet sedikit tersasar karena jaraknya lumayan hampir 90 menit dari denpasar, sebelum masuk pura ini kami berganti memakai kain dan sembahyang di pura yang terletak tepat di atas jurang.di bawahnya langsung batu batuan pantai.yang kalo jatuh dari sini…kayaknya cuma bukan manusia biasa aja yang masih bertahan idup..haha..lebay…tapi beneran..silakan dicoba jika ngeyel. Sebelum pulang kita keliling keliling pura ini dulu, tapi takut..monyetnya galak galak..nenek bule aja kacamatanya dibawa lari..help me..help me…dia berteriak..tapi ya aku bengong juga..sih..Cuma jadi penonton. Ya kita ngekor dibelakang keluarga jepang yang ngajak pemandu wisata biar agak teerlindung..hehe…ngirit. puas dah hari itu. Kita balik ke denpasar, eh lewat GWK..kayaknya sayang gak mampir. Aku masuk kesana dan setelah ngobrol ngobrol dengan bapak bapak penjaganya kita dapet diskon 50 persen jadi cukup beli tiket satu untuk dua orang…wah senang lagi…hehe…pas disana pas ramayana dancenya mulai..mirip mirip sama yang di prambanan Cuma tempo dan mistisnya lebih megang…lebih gimana gitu….!! sayang dong kalo gak

istirahat di GWK

istirahat di GWK

muterin semua dan sembahyang tentunya di pura yang ada didalamnya. sambil ngobrol “>ngobrol “>ngobrol “>ngobrol “>ngobrol “>ngobrol “>ngobrol “>ngobrol ngobrol sama pengelolanya yang ramah..puas foto foto, nonton, ngobrol ngobrol sekarang tinggal pulang ke denpasar buat siap siap besok harus pulang ke jogja dan kuliah.

ramayana dance in Garuda wisnu kencana

ramayana dance in Garuda wisnu kencana

14 april 2009
Jam 05.00 pagi aku udah udah “>dianter ke bandara oleh bli putu. Dan di bandara ketemu lagi sama bli Abdi, jam 06.30 pesawat udah mendarat di Adisutjipto Yogyakarta. Dan jam 08.00 tutorial.huhu…semua bilang nambah item dan tau wayan ketinggalan pesawat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: