Oleh: i1samayoga | 19 Januari 2009

ANTHROPOMETRY (anthropos = manusia, metros/metry = ukur,pengukuran,mengukur)

ANTHROPOMETRI

oleh : I Wayan Samayoga Eka Kurniawan

Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM)

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI …………………………………………………………………………….        1

Pendahuluan ……………………………………………………………………………       2

Tujuan Keterampilan…………………………………………………………………        3

Alat dan bahan………………………………………………………………………….       3

Prosedur…………………………………………………………………………………..       4

  1. Pengukuran atau Pengambilan Data………………………………….        4
  2. Aplikasi Data…………………………………………………………………..      12

Algoritma…………………………………………………………………………………      14

Korelasi Klinis…………………………………………………………………………..      15

  1. Indikasi…………………………………………………………………………..      15
  2. Kontra Indikasi………………………………………………………………..      15
  3. Interpretasi Hasil……………………………………………………………..      15
  4. Komplikasi………………………………………………………………………     17

Penutup……………………………………………………………………………………     17

  1. Saran dan Pesan…………………………………………………………….      17

Daftar Pustaka………………………………………………………………………….      18

 

 

 

 

Pendahuluan

Anthropometri adalah pengukuran manusia dan lebih cenderung  terfokus pada dimensi tubuh manusia. Ilmu pengetahuan mengenai anthropometri berkembang terutama dalam konteks anthropologi. Anthropometri berkembang sebagai ilmu yang mempelajari klasifikasi dan identifikasi perbedaan ras manusia dan efek dari diet serta kondisi lingkungan hidup pada pertumbuhan. Dewasa ini anthropometri menjadi sangat penting dan berkembang ke wilayah ilmu ergonomi, ilmu yang menyesuaikan mesin dan lingkungan kerja untuk orang yang menggunakannya.

Anthropometri meliputi penggunaan secarfa hati hati dan teliti dari titik titik pada tubuh untuk pengukuran, posisi spesifik dari subjek yang ingin diukur dan penggunaan alat yang benar. Pengukuran yang dapat dilakukan pada manusia secara umum meliputi pengukuran massa, panjang dan tinggi, lebar, dalam, circumference (putaran), curvatur (busur), pengukuran jaringan lunak (lipatan kulit). Pada intinya pengukuran dapat dilakukan pada pada tubuh secara keseluruhan (contoh , stature) maupun membagi tubuh dalam bagian yang spesifik (contoh, panjang tungkai).

Pengukuran tubuh digunakan dalam berbagai disiplin ilmu, termasuk pediatrics, orthopedics, dentistry, orthodontics, physical education, pengatahuan umum, kedokteran olahraga, ilmu kesehatan masyarakat, forensik, dan status nutrisi. Data anthropometrik juga relevan untuk mendesain area kerja, pakaian, furniture, dan mainan. Kita bisa mengambil dua data yaitu data statis dan fungsional atau dinamis.

 

 

 

Tujuan Ketetampilan

Tujuan dari pembelajaran keterampilan ini adalah :

1.    Dapat secara benar mengukur stature dan sitting height. Mengukur tinggi acromion, radiale, stylion dan dactylion, suprasternale, symphision, throcahanterion, tibiale, syphirion. Mengukur berat, lebar biacromiale dan bicristale, bicondylus humeri dan biepicondylus emoris, lebar cephalic, lebar pergelangan tangan, chest depth and breadth. Mengukur keliling kepala, lengan atas, lengan bawah, pergelangan tangan, dada, waist, hip, paha, betis, dan pergelangan kaki. Mengukur ketebalan lipatan kulit dari triceps, biceps, lengan bawah, infrascapula, supariliaca, sternal, umbilical, paha, betis, dan mengukur bentangan (span)

2.    Mampu mengaplikasikan formula untuk menyelesaikan masalah seperti menghitung body mass index (BMI) , body fat percentage, adipose index of lorenz, fat distribution, acromio-iliaca index, determinasi ukuran body frame, dan auxological anthropometri : body segmental length, trunk form index, postural (standing) index, cephalic index,  dan body muscle weight

 

Alat dan Bahan

 

v  Anthropometer

v  Stadiometer

v  Timbangan badan terkalibrasi (calibrated weighing beam or scale)

v  Sliding calipers

v  Spreading calipers

v  Pita ukur flexibel (Anthropometry tape)

v  Skinfold calipers

v  Pensil (landmark pencil)

Prosedur

Pemeriksaan anthropometri di bagi menjadi dua bagai besar yaitu yang pertama adalah pengukuran atau pengambilan data dan kedua adalah penggunaan data atau pengolahan data. Pada pemeriksaan anthropometri, orang yang diperiksa harus bersedia (diberi inform consent) untuk telanjang atau menggunakan pakain seminimal mungkin dan menuruti prosedur pemeriksaan. Dalam melakukan pengukuran, ukur sebanyak tiga kali dan data yang didapat dirata-rata.

1.    Pengukuran atau Pengambilan Data

a.    Stature measurement

Stature dapat diukur dengan empat teknik yang menghasilkan nilai sedikit berbeda : freestanding stature, stature against the wall, recumbent length dan orang yang di ukur stretch stature. Cara standard yang digunakan adalah stretch stature. Orang yang diukur harus berdiri tegak dengan tumit (malleoli medial) saling bersentuhan, tangan mengantung secara alami  di sisi sis tubuh. Tumit, bokong, bahu, dan bagian atas punggung bersentuhan dengan garis vertikal/skala. Kepala diposisikan pada frankfurt plane (di dapat saat orbitale/sisi bawah dari lubang mata segaris dengan tragion/tonjolan teratas tragus). Vertex akan menjadi titk tubuh tertinggi. Pengukur menempatkan tangannya diantara rahang bawah subjek dengan jari menyentuh proccesus mastoideus. Subjek diinstruksikan untuk menarik dan menahan napas dalam sementara kepala subjek berada dalam bidang frankfurt, pengukur menekan pelan dan mengangkat melalui proccesus  mastoideus. Pengukuran diambil dari vertex sampai ujung kaki saat akhir dari tarikan napas dalam.

b.    Vertical height

Subjek berada dalam posisi standar anthropologi dan gunakan anthropometer vertikal. Ukur jarak vertikal setiap titik titik anthropometri terhadap lantai. Titik anthropometri meliputi : acromion, radiale, stylion, dactylion, suprasternale, mesosternale, symphysion, trochanterion, tibiale,dan sphyrion.

c.    Sitting height

Subjek diposikan duduk pada kursi datar atau permukaan yang nyaman, kepala dalam bidang frankfurt, punggung lurus, paha posisi horizontal, lutut flexi, kaki di sangga pada sebuah bidang dan tangan diistirahatkan secara rileks diatas paha. Pengukur berada di belakang kiri subjek , anthropometer ditempatkan di belakang diantara bokong subjek dan dipegang dengan tangan kiri sementara tangan kanan menahan kepala subjek pada bidang frankfurt dengan menekan keatas pada proccesus matoideus dan subjek diperintahkan menarik napas dalam serta merilekskan bahu.

d.    Body weight

Saat ditimbang, subjek harus telanjang atau menggunakan pakain yang harus diketahui beratnya. Untuk mendapatkan data yang stabil pengukuran sebaiknya dilakukan pagi hari (12 jam setelah makan dan berkemih).jika tidak bisa memenuhi waktu standard maka waktu pencatatan harus diperhatikan. Pada saat menimbang, skala harus dimulai pada angka nol. Kemudian berdiri di tengah timbangan tanpa pegangan. Kepala diatas dan mata mengarah ke depan.

e.    Segmental length/distance

v    Hand length

Hand length adalah jarak antara stylion dan dactylion. Cara mengukur dengan teknik lapangan adalah dengan mengurangi tinggi stylion dengan tinggi dactylion. Tangan dan lengan bawah digantungkan lurus kebawah dengan posisi supinasi. Anthropometer  digunakan untuk mengukur dari arah lateral. Bagian blade atas anthropometer diletakkan di ujung distal  radius dengan blade yang lain pada ujung jari ketiga. Foream length diukur dengan subjek dalam keadaan relaksasi, blade di letakkan di ujung distal radius dan ujung proximal/ kepala radius. Pada intinya, kita mengukur jarak radiale ke stylion. Upper arm length didefinisikan sebagai jarak antara acromiale dan radiale. Dengan teknik lapangan, jarak ini didapat dengan mengurangi tinggi acromiale dengan tinggi radiale.

·         Teknik laboratorium

Upper arm length diukur dengan cara sebagai berikut. Subjek berdiri seperti pada pengukuran forearm length. Batas atas kepala radius dan batas lateral acromion ditandai. Blade anthropometer diletakkan di kepala radius dan ditahan dengan ibu jari kiri. Blade bagian atas yang bisa bergerak diletakkan di bawah acromial angle. Kemudian ukur. Tibial length didefinisikan sebagai jarak antara tibiale dengan spherion. Dengan teknik lapangan dapat diukur dengan mengurangi tinggi tibiale dengan tinggi spherion. Subjek duduk dengan betis kiri berada di atas lutut kanan, sehingga bagian medial betis kiri menghadap keatas. Blade anthropometer diletakkan di bagian medial proximal tibia dan bagian distal melaeolus medial. Tibial length di definisikan sebagai jarak antara tibiale dan spherion.

 

 

v    Foot length

Subjek berdiri dengan berat tertumpu pada kaki kanan dan kaki kiri releks 25-30 cm diatas tanah. Betis harus tegak lurus terhadap permukaan dan jari harus rileks. Jari kaki dalam  posisi ekstensi. Antropometer diletakkan dari bagian terbelakang tumit sampai bagaian terdepan kaki (ibu jari atau jari kedua).

v    Biepicondylar humerus distance

Siku subjek di fleksikan kemudian cari dan palpasi epicondylus distal dari humerus. Varnier blade diletakkan di kedua epicondylus kemudian di tekan agar jaringan yang menutupi epicondylus seminimal mungkin yang ikut terukur.

v    Biepicondylar femur distance

Subjek duduk di atas kursi atau meja.kemudian cari dan palpasi epicondylus pada daerah distal femur. condylar vernier di letakkan di epicondylus dan tekan untuk meminimalkan jaringan ikut terukur.

v    Biacromial diameter/shoulder breadth

Subjek harus merilekskan bahunya.pemeriksa berada di belakang subjek. untuk mencari acromion dan meyakinkan bahwa subjek dalam keadaan rileks maka kita letakkan kedua palmar kita di dasar leher di kanan dan kiri kemudian kita telusuri ke lateral. Rasakan apakah subjek dalam keadaan rileks. Batas terluar adalah proccessus acromial. Letakkan anthropometer disini. Jarum anthropometer di letakkan di kedua proccesus acromiale kanan dan kiri dengan sedikit tekanan untuk menyingkirkan jaringan.

v    Biliac diameter,biiliocristale, bicristale, atau pelvic breadth

Subjek dalam keadaan berdiri dengan kedua tumit saling bersentuhan.kedua tangan subjekl sedikit direntangkan /jangan menyentuh sisi lateral tubuh. Pisau anthropometer diletakkan di kedua crista iliaca, dengan posisi pengukur dari belakang subjek. Yakinkan bahwa tidak ada jaringan lemak yang ikut terukur dengan cara anthropometer harus sedikit menyudut ke bawah.

v    Chest width

Adalah jarak antero-posterior dada yang diambil pada level mesosternal (mesosternal sagittal)

v    Chest breadth

Merupakan jarak horizontal maksimum dada yang diambil pada level mesosternal (mesosternal taranversal)

v    Wrist breadth

Adalah jarak horizontal minimum dari pergelangan tanga pada proccesus stylion.

v    Head length

Merupakan jarak dari glabella ke titik terposterior daroios occipital pada garis tengah (linea mediana) kepala. Gunakan spreading caliper.

v    Head breadth

Adalah lebar terbesar yang diukur tegak lurus terhadap bidang median tengkorak.hal ini dapat dilakukan dengan cara menggerakkan titik tumpul caliper diatas–belakang kedua telinga tanpa menekan kulit. Pengukur sebaiknya menempatkan diri di depan pasien. Garis median sagittal dapat dicari dengan menelusuri sumbu panjang hidung.

 

f.      Circumferences (girths)

v    Head circumference

Dengan  teknik laboratorium dan lapangan, subjek berdiri dengan posisi kepala pada bidang frankfurt dan lengan relaksasi. Pita ukur dilingkarkan, jari telunjuk atau jari tengah kiri menahan pita pada bagian teranterior dahi yaitu pada protuberensia adn bagian  posterior pada protuberensia oksipital. Pita dipasang secara ketat dengan menekan rambut.

v    Upper arm circumference

Subjek dalam posisi berdiri dengan kedua lengan rileks dan ekstensi. Pita dilingkarkan pada posisi diantara acromion dan olecranon  tanpa menekan jaringan dan harus dalam posisi yang tegak lurus terhadap axis panjang lengan. Upper arm atau biceps circumference harus diukur baik pada keadan flexi maupun ekstensi karena penting dalam aplikasi penentuan status nutrisi dan keperluan pembuatan pakain.

v    Lower-arm infracubital circumference

Pengukuran duilakukan pada daerah indfracubital di lower arm.

v    Wrist circumference

Pengukuran dilakukan pada titik proksima;l proccesus styloideus os ulna.

v    Chest circumference

Pada laki laki muda, dewasa dan wanita pre-pubertas. Subjek berdiri dan tangan dinaikkan saat akan melingkarkar pita ukur, kemudian setelah pita melingkar tangn diturunkan.Pita ditahan pada setinggi puting susu. chest circumference diukur pada setinggi tepat ditengah incisura jugularis dan proccesus xiphoideus pada respirasi normal, inspirasi dan ekspirasi maksimal. Untuk wanita pos-pubertas pengukuran dilakukan diatas dan dibawah payudara.

v    Waist circumference/abdominal circumference

Waist circumference diukur pada bagian terkecil setinggi  diantara costa terbawah dan krista iliaka. Jika bagian terkecil ini membingungkan atau tidak ada maka pengukuran dilakukan tepat ditengah anta krista iliaka dan costa terbawah. Sedangkan abdominal circumference diukur pada daerah setinggi umbilicus. Semua pengukiran dilakukan dengan menggunakan pita ukur.

v    Hip circumference

Pengukuran dilakukan pada daerah symphision dan bagian terposterior bokong. Pengukur berada disamping subjek, kemudian pita dilingkarkan dengan menahan pada titik titik tersebut diatas. Subjek harus berdiri dengan kaki saling bersentuhan dan tidak menegangkan otot gluteus.

v    Thigh circumference

Subjek berdiri dengan kaki sedikit terpisah dan berat badan terdistribusi sama ke kedua kaki. Pita dilingkarkan 1 cm di bawah lipatan gluteal pada posisi tegak lurus terhadap axis panjang paha.

v    calf circumference

subjek berdiri di ats box, dengan kaki tidak saling menempel namun distribusi berat badan sama ke kedua kaki. Ukur circumference maksimum dengan posisi pita tegak lurus tehadap axis panjang betis.

v    ankle circumference

pengukuran dilakukan diatas sphyrion tibiale pada proximal maleolus. Cari circumference minimum dengan  melingkarkar pita ukur.

 

 

g.    The skinfold thickness (tebal lipatan kulit)

Lipatan kulit adalh tebal ulit yang dikumpulkan dengan menarik kulit  dan jaringan subcutan diantara ibu jari dan jari telunjuk pada jarak  6 – 8 cm

v    Triceps skinfold

Subjek berdiri dengan lengan rileks dan palmar menghadap ke bagian lateral paha.palpasi ujung dari acromion dan olecranon. Tandai titik tepat ditengah antara kedua titik tersebut. Pengukuran tebal kulit dilakukan di daerah yang ditandai pada bagian posterior otot triceps, dengan menarik kulit pada arah vertikal sejajar dengan axis panjang. Gunakan caliperuntuk mengukurdengan tekanan 10g/mm2.

 

v    Biceps skinfold

Subjek dalam posisi berdiri dengan palmar menghadap ke anterior. Lipatan kulit diambil dengan arah vertikal sejajar axis panjang  pada biceps dan 1 cm diatas  tempat pengukuran upper-arm circumference. Gunakan caliper untuk prngukuran.

v    Infrascapular skinfold

Subjek dalm posisi berdiri dan rileks. Cari batas medial scapula subjek dengan jari kiri kemudian cari scapular ange dengan menuruni batas medial scapular. Ambil kulit tepat dibawahnya dengan arah vertikal. Gunakan caliper untuk mengukur tebal lipatan kulit.

v    Suprailiaca skinfold

Subjek berdiri disampung pengukur dengan lengan ditekuk keatas. Lipatan kulit diambil 1 sampai dua cm dengan arah vertikal diatas spina iliaca anterior superior.caliper diletakkan di bawah jari pengukur yang sedang menjepit lipatan kulit.

v    Sternal skinfold

Subjek dalam keadaan duduk atau berdiri, ambil lipatan kulit pada titik mesosternal dengan arah lipatan vertikal. Ukur dengan caliper pada daerah ini.

v    Abdominal (umbilical) skinfold

Lakukan pengukuran dengan subjek pada posisi berdir. Ambil lipatan kulit tepat disamping umbilicus dengan posisi lipatan vertikal. Gunakan caliper untuk mengukur lipatan kulit.

v    Thigh skinfold

Pengukuran dilakukan pada subjek dengan posisi berdiri . ambil kulit dengan posisi vertikal pada sisi anterior setinggi titik tengah antara trochanterion dan tibiale. Ukur lipatan kulit dengan caliper.

 

v    Calf skinfold

Subjek dalam posisi berdiri atau duduk, kaki bagian bawah sedikit di fleksikan. Ambil lipatan kulit pada arah vertikal dibagian posterior didaerah circumference maksimum. Gunakan caliper untuk mengukur.

h.    Span

Span adalah jarak maksimum horizontal antara ujung jari saat kedua lengan dibentangkan ke kedua arah. Anthropometerer diletakkan di belakang subjek,palmar subjek menghadap ke depan. Ukur jarak antara ujung jari tengah kanan dan kiri.

 

2.    Aplikasi Data

a.    Body Mass Index (BMI)

BMI = weigh (kg)/stature (m) kuadrat, klasifikasi meliputi underweight, healthy, overweight, dan obesitas.

b.    Percentage of body fat

Jumlah dari tebal empat lipatan kulit yaitu : triceps, biceps, infrascapular, dan suprailiaca. Klasifikasi meliputi buruk, cukup, bagus,dan sangat bagus.

c.    Body Frame Size (BFS)

BFS = stature/ wrist circumference. Klasifikasi meliputi kecil, sedang, dan besar.

d.    Adipose Index of Lorenz  (AIL)

AIL = (abdominal circumference + 14 )  - chest circumference. Klasifikasi meliputi lean, medium, dan fat.

e.    Fat distribution (Waist and Hip Ratio)

WHR = waist circumference/hip circumference, klasifikasi meliputi tipe android dan tipe ginekoid.

f.      Stature and Span Ratio (standing postural index)

Didapatkan dengan formula = Stature/span, klasifikasi meliputi ideal, normal, dan buruk

g.    Estimation of muscle weight (M) dan Body Muscle Percentage (BMP)

BMP = berat otot skelet (gr)/ berat badan (gr)  x 100%

Berat otot skelet = R2  cm x stature (cm) x 6,5 (koefisien)

R = (R1 + R2 + R3 + R4)/4, R1 = upper arm girth dalam posisi flexi (cm) : 6.28 – tebal biceps skinfold (cm), R2 = forearm girth (cm) : 6.28 – tebal forearm skinfold (cm), R3 = thigh girth bagian medial (cm) : 6.28 – tebal thigh girth medial skinfold (cm), R4 = calf girth maksimum (cm) : 6.28 – tebal calf skinfold (cm)

h.    The chepalic index

Formula = head breadth / max head length x 100, klasifikasi meliputi hyperdolicochepalic, dolicochepalic, mesochepalic, brachychepalic, dan hyperbrachychepalic. Dan secara ras dapat di kelompokkan menjadi negroid, kaukasoid, dan mongoloid.

i.      The acromio-iliac index (index of trunk breadth)

Formula = bicristal breadth : biacromial breadth x 100. Dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuk batang tubuh menjadi trapezoidal, intermediate, dan rectangular dan secara jenis kelamin menjadi masculine dan feminin.

j.      Constitutional Body segmental length

k.    Index of Bardeen-Gould-kauf = berat badan (gram)/ stature (meter) kuadrat. Dapat diklasifikasikan menjadi leptosome, muscular, dan pyknic.

l.      Body segmental length

Arm length = acromial heigth – dactylion heigth

Trunk length = suprasternale heigth – symphision heigth.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. algoritma

Korelasi klinis

1.    Indikasi

a.    Keperluan ergonomik

b.    Arsitektur, desain pakaian

c.    pemeriksaan tumbuh kembang anak termasuk status nutrisi

d.    keperluan syarat masuk sekolah militer

e.    keperluan identifikasi ras atau data forensik lainnya

2.    Kontra indikasi

a.    Pasien yang tidak bersedia diperiksa/tidak setuju dengan inform consent

b.    Subjek yang tidak bisa mengikuti prosedur pemeriksaan.

3.    Interpretasi Hasil

a.    Body Mass Index

Klasifikasi

Pria

Wanita

Sangat obesitas

>40

> 40

Obesitas

30 – 40

30 – 40

Overweight

25 – 30

24 – 30

Sehat

20 – 25

19 – 24

Underweight

<20

< 19

 

b.    Percentage of body fat

Klasifikasi

%body fat

Male 18 – 34 tahun

%body fat

Female 18 – 34 tahun

Sangat baik

10.0 – 10.8

15.0 -  15.8

Baik

11.7 – 15.0

16.7 – 20.0

Cukup

16.1 – 23.8

21.1 – 28.8

Buruk

25.0 – 35.0 dan lebih

30.0 – 40.0

 

 

Tabel estimasi body percentage fat dari empat lokasi skinfold

Skinfold (mm)

Male 17 – 29 thn

Female 16 – 29 thn

 

Skinfold (mm)

Male 17 – 29 thn

Female 16 – 29 thn

15

4.8

10.5

 

90

26.2

34.8

30

12.9

19.5

 

105

28.2

37.1

45

17.7

25.0

 

120

30.0

39.0

60

21.2

29.1

 

135

31.5

40.8

75

24.0

32.2

 

150

32.9

42.3

c.    Penentuan Body Frame Size (BFS)

Klasifikasi

laki laki

perempuan

Kecil

>10.4

>11.0

Sedang

9.6 – 10.4

10.1 – 11.0

Besar

<9.6

<10.1

d.    Fat distribution (WHR)

 

>0.9

Tipe android

 

Male waist>40 inchi

bebahaya

<0.9

Tipe ginekoid

 

Female waist>35 inchi

berbahaya

e.    Stature and span ratio

 

1                     = ideal, normal,baik;

0.95 sampai <1 = cek  posture tubuh, namun masih normal

Lain = postur buruk atu ada keabnormalan

f.     Cephalic index

Klasifikasi

kriteria klasik

kriteria Hrdlicka

Ras

Hyperdolicocephalic

<=70.9

65 – 70.4

 

Dolicocephalic

71.0 – 75.9

70.5 – 75.9

Negroid

mesocephalic(normal)

76.0 – 80.9

76.0 81.4

Kaukasoid

Brachycephalic

81.0 – 85.5

81.5 – 86.9

Mongoloid

Hyperbrachycephalic

>85.5

87.0 – 92.4

 

 

g.    Acromio – iliaca index

klasifikasi bentuk tubuh

Kriteria

klasifikasi sex

trapezoiod trunk

<= 69.9

male trunk (masculine)

intermediate trunk

70 – 74.9

 

rectangular trunk

>75.0

female trunk (feminin)

h.    Constitutional index

Tipe

leptosome

muscular

Pyknic

Pria

1.8

2.2

2.4

Wanita

1.9

2.3

2.5

Status nutrisi

Kriteria

Very Lean

<= 1.8

Lean

1.81 – 2.14

Medium

2.15 – 2.56

Stout

2.57 – 3.04

Obese

Diatas 3.05

 

4.    Komplikasi

Anthopometri adalah pengukuran yang cukup aman sehingga tidak menimbulkan komplikasi.

 

Penutup

 

1.    Saran dan Pesan

v  Hati hati dalam melakukan pengukuran, kesalahan sering sekali terjadi. Oleh karena itu pengukuran harus dilakukan oleh orang yang sudah terlatih.

v  Pertimbangkan hasil pengukuran jika subjek mengalami edema, tumor, atau penyakit lain yang mnggangu hasil pengukuran.

v  Pada saat melaukukan pengukuran hendaknya ditempat yang cukup mendapat pencahayaan dan mata pada posisi sejajar dengan skala yang dibaca.

 

 

Daftar Pustaka

 

Artanti, MST.2006.Penetapan Rumus Tinggi Badan berdasarkan pengukuran Panjang femur Individu dewasa Muda pada ras mongoloid. FK UGM : Yogyakarta

Cole,Tim J.,et.al.2007.Body mass index cut offs to define thinness in children and adolescents : international survey.www.bmj.com : United Kingdom

Han,Thang S.,et.al.2006.Assessment of obesity and its clinical implications.BMJ volume 333

Narendra,Moersintowarti B.2004.Pengukuran Anthropometri pada Tumbuh Kembang Anak.FK Unair/RSu dr. Soetomo : Surabaya.

Nhanes.2002.Anthropometry Procedures Manual.National Health and Nutrition Examination Survey

Norton,K.,Old,T.2004.Anthropometrica,University of New South Walespress ltd : Sydney

Team, skill laboratory.2006.Basic Techniques of Physical examination Anthropometry. FM GMU : Yogyakarta

www.wikipedia.com/anthropometry

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

About these ads

Responses

  1. wew.. detail jg.. tpi q btuh inti ny Z..
    cukup mmbntu q dlm tugas sclL q.. Thx Y..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: